
Banjarmasin - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) terus membuka peluang penguatan kolaborasi dalam bidang riset dan pendidikan. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan Tim Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Perancah Biomedis BRIN–UGM ke FKG ULM dalam agenda penjajakan dan pengembangan kerja sama riset serta pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FKG ULM ini menjadi ruang diskusi untuk mempertemukan potensi riset yang dimiliki FKG ULM dengan jejaring penelitian dari PKR Perancah Biomedis. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kerja sama melalui pemanfaatan skema Degree by Research (DbR) dari BRIN. Tim tersebut terdiri dari Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D., selaku Koordinator PKR Perancah Biomedis Fakultas Kedokteran Gigi UGM; Prof. Dr. drg. Regina Tc. Tandelilin, M.Sc., Anggota PKR Perancah Biomedis FKG UGM; serta Dr. Dian Juliadmi, dari PKR Perancah Biomedis/PR Biomedis BRIN.
Dalam kunjungan tersebut, pembahasan diarahkan pada peluang pengembangan riset bersama, khususnya di bidang biomaterial dan perancah (scaffold) biomedis yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung inovasi di bidang kedokteran gigi. Kolaborasi diharapkan tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga mendorong publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan hasil riset untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Skema Degree by Research menjadi salah satu bagian penting yang turut dijajaki dalam pertemuan ini. Melalui skema tersebut, dosen dan peneliti memiliki peluang untuk mengembangkan pendidikan magister maupun doktoral yang terintegrasi dengan kegiatan penelitian. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan BRIN, kegiatan pendidikan dapat sekaligus diarahkan untuk menghasilkan riset yang relevan dan memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain membahas skema pendidikan berbasis riset, pertemuan juga membuka peluang untuk menyusun topik dan roadmap penelitian bersama, pemanfaatan fasilitas laboratorium dan sumber daya penelitian, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dosen, peneliti, maupun mahasiswa dapat menjadi bagian dari jejaring kolaborasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar-institusi.